'Dimomok Masa'


Tersentap, terbangunku dari lena tidurku,
Peluh semakin membanjiri tubuh lelah ini,
Fikiran berkecamuk,
Titisan air mata kian ku bendung,
Hati bagai tercabik-cabik,
Luka ini begitu mendalam,
Sedang ku alami terbawa mimpi,
Jiwa meronta tidak berdaya,
Bibir bungkam kian bicara,
Pasrah solusi terakhir,
Menulusuri erti ikhlas yang terindah.

[Dulu]


[Sekarang]





Comments